
*PERJUANGAN KORBAN BANJIR*
_Ribuan Warga Langkat Tutup Jalan Lintas Medan – Banda Aceh Tuntut Bantuan ke Pusat
Sumut Terkini id //*LANGKAT, Besitang — Ribuan warga dari 6 kecamatan di Kabupaten Langkat melakukan aksi penutupan Jalan Lintas Nasional Medan – Banda Aceh di Simpang RGM, Kecamatan Besitang, Senin 27 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat aksi tersebut arus lalu lintas dari Sumatera Utara menuju Aceh lumpuh total selama beberapa jam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Massa aksi berasal dari Kecamatan Besitang, Pkl. Susu, Berandan Barat, Babalan, Gebang, dan Tanjung Pura. Mereka adalah warga yang menjadi korban banjir besar pada tahun 2025 lalu dan hingga kini belum menerima bantuan kemanusiaan dari pemerintah.

Koordinator aksi mengatakan, penutupan jalan dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penanganan pemerintah. Warga mengaku telah berulang kali dijanjikan bantuan oleh utusan Pemerintah Kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Langkat, namun realisasinya nihil.
“Kami sudah lelah dengan janji. Perwakilan Masa Peduli Bencana Langkat bahkan sudah difasilitasi Pemkab untuk audiensi dengan Satgas Nasional, Kementerian Sosial RI di Jakarta. Tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan,” tegas orator di tengah aksi.
Dalam orasinya, massa juga menyoroti adanya ketimpangan penanganan. Mereka membandingkan dengan Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami musibah di waktu yang sama. Menurut warga, Aceh Tamiang sudah berulang kali menerima bantuan pangan, hunian sementara, hingga jaminan hidup bulanan.
“Zaman kepemimpinan Bupati non aktif H. Syah Afandin dulu dijanjikan sudah diakomodir. Sekarang di bawah Plt. Bupati Langkat Ibu Tio Rita Br. Surbakti, beliau sudah merespon. Tapi kami butuh kepastian dari Kemensos Pusat. Surat tuntutan sudah kami layangkan pekan lalu,” lanjut koordinator aksi dari ALIANSI MENJEMPUT KEADILAN”.
*Pemerintah Turun Langsung Tenangkan Massa*
Di tengah aksi, Pemerintah Kabupaten Langkat turut hadir untuk menenangkan warga. Turut hadir Plt. Bupati Langkat *Ibu Tio Rita Br. Surbakti*, Sekretaris Daerah, para Camat, serta sejumlah Kepala OPD terkait.
Dalam pertemuan dengan perwakilan massa, Plt. Bupati menegaskan bahwa Pemkab Langkat terus mengupayakan dan mengawal tuntutan warga ke pemerintah pusat. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak anarkis, serta membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama.
“Kami memahami penderitaan bapak ibu. Pemkab sudah dan akan terus bersurat ke Kemensos. Mari kita jaga kondusivitas. Tuntutan kita sama, bagaimana korban banjir segera mendapat haknya,” ujar Plt. Bupati di hadapan massa.
Pantauan di lapangan, ribuan kendaraan baik angkutan barang maupun pribadi tertahan di kedua arah. Aparat kepolisian dan TNI tampak berjaga untuk mengurai kemacetan dan menjaga jalannya aksi tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi dan menyatakan akan terus melakukan aksi sampai ada jawaban konkret dari Kementerian Sosial Republik Indonesia terkait nasib korban banjir Langkat.
*M.N*









