
FENOMENA PENGUNDURAN DIRI DARI PEJABATAN DILINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN LANGKAT
Sumut Terkini id// Langkat 11 September 2026. Belakangan ini telah terjadi anomali di tubuh pemerintah daerah Kabupaten Langkat khususnya pada dinas pendidikan, dimana ada beberapa ASN yang secara tiba tiba mengundurkan diri dari jabatan mereka ;
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diyakini ada beberapa faktor / penyebab hal itu dimungkinkan dapat terjadi, walau sebenarnya fenomena ini masih di anggap wajar didalam suatu pemerintahan ;
Sebagai pemimpin tentunya kita membutuhkan para bawahan / pembantu yang memiliki loyalitas, kepercayaan dan kemampuan, untuk mengemban tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan dimasyarakat dan itu mutlak ;
Namun apakah fenomena pengunduran diri pejabat dilingkungan pemerintah Kabupaten Langkat (dinas pendidikan) masih dapat dikatakan wajar?
Pendiri Gerakan Masyarakat Untuk Perubahan Langkat (GEMAPALA) – Ukurta Toni Sitepu, mengatakan : bahwa pengunduran diri beberapa ASN di Pemerintahan Kabupaten Langkat, disebabkan beberapa kemungkinan ;
Pengunduran diri beberapa ASN, yang dimulai dari kepala dinas pendidikan dikarenakan,
Pertama,
Hal itu dapat terjadi dikarenakan keinginan pribadi orang tersebut, yang mungkin disebabkan ketidak nyamanan lingkungan kerja yang dianggap sudah tidak lagi kondusif ;
Kedua,
Dikarena suatu alasan mendesak / terjadi suatu kesalahan dalam tanggung jawab, hingga secara moral orang tersebut mundur dari jabatannya, kata Ukurta Toni Sitepu, SH. CPM.
Contoh, karena di anggap tidak layak memimpin (Instansi) dalam rangka membantu kerja penguasa dalam mencapai target yang di harapkan ;
Ketiga,
Adanya dorongan yang masif dari para elit politik / partai penguasa, untuk menempatkan orang orangnya berada didalam posisi strategis ;
Saat ini ditingkat elit / pemimpin, secara diam diam mulai menyusun kekuatan untuk menyambut pesta demokrasi ditahun 2029,
Tentunya ada Terget target yang harus dicapai ;
Keempat,
Mengambil tema bersih bersih, tentunya ini menarik, kita sama sama tahu & faham betul bahwa dalam beberapa waktu belakangan (pasca OTT KPK terhadap Syah Afandin) Dinas pendidikan Kabupaten Langkat terus menjadi sorotan tajam ;
Memutus mata rantai dari panjangnya proses permasalahan yang terjadi di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, menurut saya adalah Langkah yang wajar ;
Karena semua penguasa tak ingin dikaitkan dengan permasalahan masa lalu, dengan dilakukannya penyegaran, diharapkan nantinya hal hal serupa tidak kembali terjadi dimasa mendatang ;
Namun hal itu tetap memiliki sisi gelap, karena dikawatirkan bila ternyata pengunduran ini terjadi / dilakukan berdasarkan desakan / tekanan yang tidak terlihat di balik panggung, terang Ukurta Toni Sitepu yang juga seorang praktisi hukum ;
Untuk diketahui bersama bahwa selain dinas PU, dinas Kesehatan, ada juga dinas pendidikan yang didalamnya menampung banyak anggaran, (katakanlah lahan basah) ;
Jadi dinas dinas ini tidak boleh sembarang di kelolah orang..
Guna menghindari polemik dimasyarakat, maka penguasa melalui tangan tangannya bisa saja melakukan tekanan (transaksi politik) agar seseorang itu mundur dari jabatannya, dan itu akan di anggap itu keinginan pribadi ;
Selayaknya orang orang terdekat lah yang memegangnya, untuk menghindari terjadinya kebocoran anggaran ;
Mari kita menyikapi persoalan ini dengan bijak,
Karena menurut saya selama pergantian membawa dampak yang baik (khususnya dinas pendidikan) tentunya tidak masalah ;
Namun demikian saya masih sekeptis, dengan kinerja pemimpinnya untuk saat ini, tutup Ukurta Toni Sitepu. ( N L )









