
Sumut Terkini id //– Puluhan mahasiswa menggelar aksi di lingkungan Balai Kota Pemerintah Kota (Pemko) Binjai,Senin (5/10/2026).
Mereka mendesak dugaan praktik gratifikasi, jual beli proyek, hingga pengondisian pemenang tender di lingkungan Pemko Binjai diperiksa secara terbuka dan profesional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu dikoordinatori Gerry Cahya Wargana.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai proses pengadaan barang dan jasa pemerintah harus bebas dari konflik kepentingan serta dilaksanakan secara transparan dan kompetitif.
Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan aliran dana, transaksi dan indikasi suap dalam proses tender, termasuk pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan.
Mereka juga meminta Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Binjai dipertimbangkan untuk dinonaktifkan sementara selama proses pemeriksaan.
Selain itu, massa meminta klarifikasi terbuka dari pejabat terkait serta verifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Mereka juga mendesak Pemko Binjai membuka informasi pengadaan barang dan jasa kepada publik agar penggunaan anggaran daerah dapat diawasi masyarakat.

“Dugaan pelanggaran harus diperiksa secara profesional dan tanpa pandang bulu. Kami tidak ingin menghakimi, tetapi meminta proses hukum berjalan transparan,” kata Gerry dalam orasinya.
Aksi berlangsung kondusif. Usai menyampaikan tuntutan, perwakilan mahasiswa diterima Pemko Binjai untuk mengikuti audiensi bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. ( Red )









