
Sumut Terkini id// Senin 20 April 2026 Sebanyak -+1000 orang warga kecamatan Besitang dan Berandan barat melakukan Aksi demo di depan Kantor bupati Langkat.
Adapun tuntutan mereka tentang dana Penanggulangan banjir yang tidak adil dan tidak jelas Kepastian nya’Masyarakat Korban Banjir Ini Menuntut Hak nya, yang Mana pada beberapa waktu lalu ada Perwakilan dari Masyarakat Yang Terkena Musibah Banjir sudah Mendatangi Rumah dinas Bupati untuk mengklarifikasi Terkait Dana Bantuan banjir Untuk Masyarakat yang Terdampak di Kabupaten Langkat,dan Ada dari Perwakilan Pejabat PEMKAB akan segera memproses dan minta diberikan waktu sampai tanggal 20 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan Pernyataan inilah Pada Hari ini Senin tanggal 20 April 2026 , ribuan masyarakat Hadir melakukan Aksi Unjuk rasa didepan Kantor bupati Langkat.

Aksi dimulai pada Pukul 09.00 wib, dengan menggunakan kendaraan Truck dan mobil masyarakat hadir Kekantor Pemerintah Kabupaten Langkat.
Mereka Swadaya, patungan untuk biaya transportasi dari Rumah nya Menuju kantor Bupati Langkat yang berada distabat.
Info dari salah satu pendemo yang berada langsung di TKP,saat ditanyai aksi berlangsung dari jam 09.00, masa Aksi yg turun ada sekitar 1000 orang dengan menggunakan Kode pita kuning dan merah di bajunya, mereka berasal dari Desa desa dan kelurahan yg berada di kecamatan Besitang dan berandan barat.
Menurut Dari sumber yang tidak ingin disebut namanya tuntutan mereka tentang dana Korban Banjir yg belum direalisasikan dan pembagian yang Tidak tepat sasaran, adapun koordinator aksi sebanyak 5 orang ingin langsung berjumpa dengan Bupati Langkat.
Namun dari pihak Pemkab Langkat belum Mengkonfirmasi untuk menerima Perwakilan masa Aksi.
Namun pengunjuk rasa akan bertahan sampai bupati hadir.

Gesekan hampir sempat akan ricuh ketika dari pihak Pemkab mengatakan Bupati gak ada namun, ada Masyarakat Yang ikut Aksi melihat ada mobil Dinas Bupati Langkat,Sehingga masyarakat memaksa masuk dan aksi saling dorong mendorong sehingga pintu Pagar di kantor bupati pun ditumbangkan ( ringsek).
Masyarakat intinya ingin berjumpa Bupati,Tapi hanya Dari Kapolres Langkat yang sudah berjumpa dengan pengunjuk rasa,masyarakat menanyakan Kepastian Hak mereka yang sudah dijanjikan tentang Nasib mereka yang Terdampak Parah saat Bencana Banjir pada November 2025 silam,Juga ingin Menanyakan kok Bisa ada Yang secara Ekonomi Rumah nya bagus dan Tergolong Orang yang lumayan finansial nya sudah menerima.
Dari pendataan,ada sekitar 5 ribuan bang ditempat kami yang Terdampak namun sampai saat ini Transparansi dan Kejelasan bantuan nya belum juga Dirasakan.ungkap salah satu pengunjuk Rasa , sambil berkata kalau hari ini gak selesai Penjelasan nya mungkin ada yang akan Bertahan terus ( tidur) dikantor Bupati.lalu pergi untuk makan siang,izin mengakhiri wawancara nya. (Admin)









